Kamuslengkap bahasa indonesia: Pengorganisasian adalah merupakan kegiatan merancang dan merumuskan struktur. 2. Struktur Organisasi Struktur organisasi menurut wikipedia adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
1 Organisasi dan tujuan. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. 2. Esensi organisasi. Tanggung jawab pengorganisasian maupun tanggung jawab pelaksanaan selalu bersifat individual. Tanggung jawab didelegasikan dari seseorang.
Jelasnyaorganisasi adalah tempat, pengorganisasian adalah pembagian tempat-tempat atau pengkotak-kotakan tempat menjadi lebih kecil. Dengan demikian berbicara pengorganisasian adalah sama dengan berbicara organisasi. Dari penjelasan di atas jelas bahwa sistem kerja sama yang diatur dengan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu bersifat formal.
EmpatElemen Struktur Organisasi Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu : 1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja 2. Adanya standardisasi kegiatan kerja 3. Adanya koordinasi kegiatan kerja 4. Besaran seluruh organisasi. Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen dalam mencapai tujuannya.
Pengorganisasianadalah langkah untuk merancang struktur formal, menetapkan, menggolongkan dan mengatur bebagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan efisien. 2.1.1 Unsur-Unsur Pengorganisasian Secara sederhana organisasi
Manajemenyang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang "Struktur dan Desain Organisasi". Makalah ini disusun untuk dijadikan pembelajaran ilmu Manajemen. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan
. MAKALAHPENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASIDisusun Oleh KELOMPOK SundingC 301 18 YasserC 301 18 301 18 OctaviaC 301 18 Karnila Tamembuke C 301 18 Adibah BoftenC 301 18 Nyoman KertayasaC 301 18 301 18 Jade WagiriC 301 18 018PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMI & BISNISUNIVERSITAS TADULAKO2019KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya denganrahmat-Nyalah kami akhirnya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “ Pengorganisasiandan struktur organisasi” ini dengan baik tepat pada lupa kami menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing yangtelah memberikan banyak bimbingan serta masukan yang bermanfaat dalam prosespenyusunan karya ilmiah ini. Rasa terima kasih juga hendak kami ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan kontribusinya baik secara langsung maupun tidaklangsung sehingga karya ilmiah ini bisa selesai pada waktu yang telah kami sudah mengumpulkan banyak referensi untuk menunjang penyusunanmakalah ini, namun kami menyadari bahwa di dalam karya ilmiah yang telah kami susun inimasih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan. Sehingga kami mengharapkan saran sertamasukan dari para pembaca demi tersusunnya makalah lain yang lebih lagi. Akhir kata, kamiberharap agar makalah ini bisa memberikan banyak manfaat,Tim Penyusun Kelompok 2 iDAFTAR ISIKATA PENGANTAR........................................................................................................iDAFTAR ISI.......................................................................................................................iiBAB I Latar Belakang............................................................................................................... Rumusan Masalah.......................................................................................................... Tujuan Pembahasan.......................................................................................................2BAB II organisasi dan struktur organisasi............................................................... Kerja............................................................................................................. Koordinasi................................................................................................. dan integrasi............................................................................................. Organisasi Formal........................................................................................... Organisasi Informal........................................................................................9BAB III PUSTAKA.........................................................................................................11iiBAB Latar BelakangMembahas tentang masalah Organisasi pasti kita pernah mendengar katatersebut. Organisasi adalah sebuah wadah untuk para mahasiswa mengekspresikanaspirasi mereka. organisasi sangat penting ada di dalam setiap perguruan tinggi karenadengan adanya organisasi di setiap perguruan tinggi akan banyak menampung kreatifitasmahasiswanya,Sehingga setiap aspirasi dan kreatifitas setiap mahasiswa tidak ada yangterbuang organisasi di atur oleh sebuah aturan yang telah dibuat oleh semuaanggota organisasi tersebut dan peraturan itu akan dijalankan oleh setiap anggotanya danbagi pelanggar aturan akan dikenakan sanksi yang telah disepakati oleh setiap anggotadan didalam sebuah organisasi ada pengurus yang memimpi organisasi agar sebuahorganisasi dapat menjalankan tugas-tugasnya .Want to read all 14 pages?Previewing 5 of 14 pagesUpload your study docs or become a to read all 14 pages?Previewing 5 of 14 pagesUpload your study docs or become a of previewWant to read all 14 pages?Upload your study docs or become a member.
Mendesain struktur dalam sebuah organisasi merupakan pondasi vital untuk meraih tujuan yang ingin dicapai dari organisasi tersebut meski banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Namun pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi. Pola mendesain dan proses struktur organisasi merupakan dua proses yang sangat berkaitan erat karena Struktur organisasi membawa konsekwensi berubahnya perilaku dan nilai karakteristik orang-orang yang berada dalam struktur organisasi tersebut. Stuktur organisasi ternyata sangat berpengaruh dalam mengubah perilaku dan nilai karakteristik anggota organisasi. Struktur organisasi adalah pengontrol perilaku. Perubahan terhadap struktur organisasi sudah pasti dimaksudkan sebagai upaya mengubah perilaku Kata kunci struktur organisasi, desain, strategi dan struktur organisasi Pendahuluan Selain memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi, ivancevich 2008 mendefinisikan sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departeman, dengan demikian keputusan dengan tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi. Dengan kaitannya dengan sistem kerja di lembaga pemerintahan daerah desain organisasi merupakan langkah penting dalam peningkatan kwalitas kinerja pegawai, karena memiliki arahan yang jelas tentang arah perkembangan sistem birokrasi organisasi di daerah-daerah, berdasarkan materi dan analisa tentang konsep dan struktur organisasi maka arahan untuk desain organisasi itu memiliki model desain organisasi yang dapat memberikan gambaran dan bentuk organisasi itu, kita dapat ketahui bahwa model desain organisasi itu adalah merupakan mekanisme formal dalam pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola dan tetap hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang
67% found this document useful 3 votes6K views27 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?67% found this document useful 3 votes6K views27 pagesMakalah Struktur Dan Desain OrganisasiJump to Page You are on page 1of 27 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 15 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 20 to 25 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
100% found this document useful 1 vote9K views16 pagesDescriptionstruktur organisasiOriginal TitleMakalah struktur organisasiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote9K views16 pagesMakalah Struktur OrganisasiOriginal TitleMakalah struktur organisasiJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
BAB I Pendahuluan Latar Belakang Masalah Sistem struktur organisasi banyak sekali macamnya, mulai dari yang bersifat tradisional sampai profesional. Penerapannya sendiri dapat berbeda-beda dan banyak faktor yang menentukan, antara lain besar kecilnya perusahaan, luas sempitnya jaringan usaha, jumlah karyawan, tujuan perusahaan dan sebagainya. Beragamnya sistem struktur organisasi tersebut dimungkinkan bahwa suatu perusahaan A cocok menggunakan sistem struktur organisasi B, tetapi perusahaan C atau yang lain belum tentu cocok menggunakan sistem struktur organisasi B. Suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan struktur organisasi sebagai wadah segala kegiatannya, tetapi untuk penerapan sistem struktur organisasinya tergantung dari kondisi perusahaan yang bersangkutan. Hal ini merupakan suatu masalah bagi setiap perusahaan dalam menerapkan struktur organisasi mana yang cocok sehingga untuk itu setiap perusahaan membutuhkan waktu dan pengamatan analisis yang khusus dalam memilih sistem struktur organisasi yang tepat dan sesuai. Tujuan - Menambah wawasan tentang struktur organisasi - Mengerti macam – macam struktur organisasi - Memenuhi tugas Dosen Perilaku dan Pengembangan Organisasi BAB II Pembahasan Pengertian Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Pengertian organisasi Organisasi adalah sekelompok orang dua atau lebih yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian Pengorganisasian. Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen unit-unit kerja dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan koordinasi. Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Macam Struktur Organisasi Struktur Organisasi ada 5 kelompok yaitu struktur organisasi fungsional, struktur organisasi proyek, struktur organisasi matriks, struktur organisasi usaha ventura dan struktur organisasi tim kerja task force . Soekanto 1983 Struktur Organisasi Fungsional Struktur organisasi fungsional terdiri dari Bagian Pemasaran, Bagian Produksi, Bagian Personalia dan Bagian Pembelanjaan serta Bagian Umum. Pada struktur organisasi fungsional apabila ada seseorang yang diserahi tugas untuk mengelola suatu proyek biasanya orang tersebut sudah terlanjur setia pada bagian mana dia dahulu bekerja. Oleh karena itu seyogyanya offering tersebut tidak memanfaatkan menarik seluruh orang-orang dari bagiannya dahulu, tetapi sebaiknya juga menarik orang-orang pada bagian lain yang mampu sehingga pengalaman dan pengetahuan dapat dinikmati bersama. Contoh sturktur organisasi fungsional Dasar pengelompokan kegiatan adalah sumber resources yang berarti setiap fungsi merupakan bagian yang menyediakan sumber misalnya bagian produksi, personalia, pembelanjaan, pemasaran, Umum . Kelemahan Struktur Fungsional - Respon Organisasi terhadap perubahan lingkungan agag lambat - Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi sehingga beban pimpinan menjadi terlalu berat - Koordinasi antar bagian/fungsi tidak terlau baik - Inovasi terbatas - Pandangan terhadap sasaran organisasi agak terbatas, cenderung hanya memperhatikan bagian sendiri Kelebihan Struktur Fungsional - Paling sesuai untuk lingkungan yang stabil - Dapat mencapai efisiensi pada masing – masing bagian - Merangsang berkembangnya ketrampilan fungsional - Mampu mencapai sasaran bagian fungsi - Ssuai untuk organisasi berukuran kecil sampai dengan sedang - Baik jika ada satu atau sejumlah kecil jenis produk Struktur Organisasi Proyek Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari organisasi fungsional. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang–orang fungsional yang bekerja pada proyek benar–benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. Gambar Struktur proyek Kelebihan Struktur Organisasi Proyek - Paling sesuai untuk lingkungan tidak stabil dengan perubahan yang cepat - Penaggung jawab proyek jelas - Koordinasi antar fungsi baik - Bagian – bagian dapat beradaptasi dengan baik - Sesuai untuk organisasi besar - Baik jika ada banyak jenis proyek Kekurangan Sruktur organisasi Proyek - Tidak mampu mencapai efisiensi ekonomis - Koordinasi antar proyek sulit - Kahlian tekhnik hilang karena tidak ada spesialisasi fungsional - Integrasi ataupun standarisasi antar produk sulit tercapai Semakin banyak proyek maka semakin banyak pula duplikasi fungsi. Selain itu para karyawan akan ragu di mana dia akan ditempatkan bila pelaksanaan proyek sudah selesai. Sebaliknya manajer bagian mungkin akan khawatir bila personilnya ditarik ke proyek-proyek. Pemanfaatan personil-personil yang fungsional akan menjadi tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu diciptakanlah apa yang disebut struktur organisasi matriks. Struktur Organisasi Matriks Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu. Dalam hal ini dibentuk bagian manajemen proyek secara tersendiri. Masing-masing bagian secara struktural tidak boleh mempunyai proyek. Walaupun demikian berbagai proyek masih dapat dilakukan oleh perusahaan akan tetapi berada di bawah pengawasan manajemen proyek. Kesulitannya disini ialah bahwa organisasi matriks biasanya hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar dan bila sistemnya tak lancar dapat menimbulkan pertentangan dan kesenjangan antara bagian fungsional dan bagian manajemen proyek. Organisasi Usaha Jenis organisasi ini biasanya dipakai pada perusahan-perusahan besar dimana sering muncul proyek penelitian dan pengembangan produk. Pada kelanjutannya akan dibentuk organisasi fungsional di dalam perusahaan tersebut dengan maksud agar kegiatan dapat mandiri dan luwes dengan sumber daya manusia serta dana tersendiri. Dalam hal ini, kerjasama antara teknisi, peneliti dan para ahli pemasaran perlu dibina terutama pada saat permulaan pengembangan produk. Organisasi Tim Kerja Bentuk organisasi ini biasanya dimanfaatkan untuk menanggulangi proyek-proyek yang muncul secara tiba-tiba atau belum direncanakan dan sifatnya ad hoc sementara. Para anggota organisasi ini biasanya merupakan personil-personil senior dan tidak dibebaskan dari pekerjaan rutinnya. Namun dengan bekal pengalaman yang ada, biasanya mereka lebih mampu dan tenang dalam menanggulangi persoalan yang timbul secara mendadak. Barrie dan Paulson 1984 membagi struktur organisasi atas empat kelompok, yang mencakup struktur organisasi dengan pendekatan tradisional, struktur organisasi pemilik- pembangun, struktur organisasi putar kunci, dan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional. Struktur Organisasi Pendekatan Tradisional Dalam struktur organisasi ini pihak pemilik owner mempekerjakan seorang pendesain arsitekturl designer yang bertugas dalam mempersiapkan rencana dan spesifikasi proyek, kemudian melakukan inspeksi sampai tingkat tertentu yaitu memonitor informasi dan mengawasi perkembangan pelaksanaan konstruksi. Pembangunan konstruksi merupakan tanggungjawab kontraktor utama tunggal kepada pemilik melalui suatu perjanjian. Banyak pekerjaan pada kenyataannya boleh dikerjakan oleh kontraktor khusus individu di bawah perjanjian subkontrak dengan kontraktor utama. Biasanya perusahaan tersebut dinamakan Subkontraktor. subkontraktor pada umumnya mengajukan penawaran pekerjaan untuk sebagian saja dari rencana pemilik, namun hubungan kontak formalnya adalah secara langsung dengan kontraktor utama dan selanjutnya kontraktor utama bertanggung jawab kepada pemilik mengenai semua pekerjaan, termasuk juga pekerjaan-pekerjaan yang disubkontrakkan. Struktur Organisasi Pemilik-Pembangun The Owner-Builder Secara historis banyak sekali kota-kota atau negara-negara terutama pada bagian/dinas pekerjaan umum, badan pemerintah pusat, dan perusahaan-perusahaan swasta telah melaksanakan pekerjaan dengan kemampuan sendiri, baik mengenai pembuatan desain maupun mengenai pelaksanaan konstruksinya. Pendekatan ini sering disebut sebagai 'force account' Perhitungan berdasarkan kemampuan sendiri. Para pemilik yang lain atau perwakilannya seperti biro reklamasi, dinas bangunan publik dan badan pelayanan umum general services administration walaupun banyak mempertahankan pertanggungjawaban manajemen dan desain konseptualnya, tetapi mereka telah memanfaatkan jasa-jasa konsultan untuk semua atau sebagian dari desain detailnya serta menyerahkan kepada kontraktor untuk mempekerjakan dan mengawasi tenaga kerjanya. Struktur Organisasi Perancang-Pembangun atau Perancang-Pengelola Putar Kunci Beberapa ahli membedakan pengertian antara perancang-pembangun perancang-pengelola dan putar kunci. Namun pada prakteknya kedua hal tersebut sering saling tertukar. Dalam metode ini keseluruhan manajemen proyek yang meliputi konsep perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi serta penyelesaian proyek biasanya ditangani oleh satu perusahaan. Berdasarkan pengertian perancang-pembangun, pihak pembangun tidak bertindak sebagai kontraktor utama. Pihak pembangun tidak mengendalikan pekerjaan dalam satu tangan terhadap semua kontraktor. Ada suatu bentuk kontrak khusus yang dinegosiasikan antara perancang-pembangun bersama dengan pemilik dalam mengelola proyek. Sedangkan menurut pengertian perancang-pengelola, pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh sejumlah kontraktor bebas menurut rata cara yang sesuai dengan konsep manajemen konstruksi profesional. Perancangan Pembangunan Perancangan Pengelola Dengan menggunakan sistem perancang-pembangun atau perancang- pengelola, pelaksanaan konstruksi dapat dilaksanakan dengan segera melalui program konstruksi bertahap yang bertujuan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan proyek. Cara untuk menyelesaikan proyek seperti ini telah dipakai pada sebagian besar dari proyek-proyek industri berat yang berorientasi pada proses, sebagaimana yang telah dibangun di negara Amerika Serikat pada beberapa dasawarsa terakhir ini. Manajemen Konstruksi Profesional Manajemen konstruksi profesional membentuk satu tim atas tiga kelompok utama yaitu pemilik, perancang, dan manajer konstruksi dalam suatu hubungan yang tidak saling bertentangan dan hal ini membuka kesempatan bagi pemilik untuk berperan secara penuh dalam proses pelaksanaan konstruksi. Struktur organisasi manajemen konstruksi profesional dibagi atas dua jenis pendekatan. Pendekatan yang pertama yaitu melalui penggunaan suatu perusahaan konsultan sebagai pengawas pekerjaan para kontraktor, sedangkan pendekatan yang ke dua yaitu menggunakan jasa kontraktor utama sebagai pengawas dari seluruh pekerjaan yang disubkontrakkan. Dari segi waktu penyelesaian proyek, kualitas pekerjaan dan dari segi pengawasan keuangan proyek maka penggunaan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional melalui pendekatan pertama akan lebih kompetitif bila dibandingkan terhadap penggunaan struktur organisasi pendekatan ke dua. Hal ini disebabkan karena adanya pembedaan yang jelas antara tugas dan wewenang pada masing-masing unsur. Manajemen Konstruksi Profesional – Manajer Konstruksi Manajemen Konstruksi Profesional – Kontraktor Utama BAB III Penutup Kesimpulan 1. Penerapan sistem struktur organisasi suatu perusahan tertentu tidak harus menganut satu pola/ tipe struktur organisasi teoritis yang ada. 2. Sistem struktur organisasi yang digunakan oleh suatu perusahaan tertentu bisa merupakan gabungan dan beberapa pola/ tipe struktur organisasi teoritis yang ada. 3. Antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya bisa memiliki sistem struktur organisasi yang berbeda. Hal ini tergantug dari kondisi dan tujuan perusahaan tersebut. Saran Sebaiknya masing-masing perusahaan menerapkan sistem struktur organisasinya sesuai dengan kebutuhan serta berdasarkan kondisi dan tujuan peusahaan tersebut. Istilah-istilah yang digunakan masih menggunakan istilah asing. Jadi diharapkan pada para pemakai untuk menyesuaikannya dengan kondisi pada perusahaan yang bersangkutan. Daftar Pustaka - Soekanto Reksohadiprodjo, 1983, Manajemen Proyek, BPFE, Yogyakarta - Tulisan Ilmiah Muhammad Aswin, - Definisi Online tentang pengertian Organisasi, - Judi Mukzam, Muhammad. Print out Power Point Teori Organisasi Administrasi.
Abstrack Oganisasi has become bagin of the activities of human life. Because without an organization, it is impossible for humans to be able to organize or build a working system that is effective and efficient. Organization is needed to guide a team working on establishing a company or institution. However, an organization not only adrift by the company but rather the extent of the organization has covers all human life. Without realizing it, every individual when he was born he has been a member of the organization in its environment. One small organization without us knowing it is a family. A family when viewed in terms of social is a small organization that is within him there are members with their respective roles. Father, mothers and children also have their respective roles in small this organization and also the goals they want to achieve. An organization is one of the elements of life that is inherent to human activity that aims to regulate, guide humanity in realizing the desire they deserved. Therefore, learn about any organization is an important thing that can also be used as guidelines to socialize with others. Abstrak Oganisasi suadah menjadi bagin dari aktivitas kehidupan manusia. Karena tanpa sebuah organisasi, mustahil bagi manusia untuk dapat mengatur ataupun membangun sebuah sistem kerja yang efektif dan efisien. Organisasi dibutuhkan untuk membimbing sebuah tim kerja dalam mendirikan sebuah perusahaan atupun instansi. Namun sebuah organisasi tidak hanya terpaut oleh perusaahaan namun lebih luasnya organisasi telah mencangkup seluruh kehidupan mamusia. Tanpa disadari, setiap individu ketika ia baru lahir ia telah menjadi anggota dari organisasi yang ada dalam lingkungan nnya. Salah satu Organisasi kecil yang tanpa kita sadari adalah keluarga. Sebuah keluarga jika ditinjau dari segi sosial adalah sebuah organisasi kecil yang didalam nya terdapat anggota dengan perannya masing-masing. Ayah adalah seorang kepala rumah tangga yang dalam hal ini berperan sebagai kepala organisasi yang bertugas untuk mengatur sekaligus mengawasi keluarganya. Demikian pula ibu dan anak juga memiliki perannya masing-masing dalam organisasi kecil ini. Dalam keluarga juga terdapat tujuan-tujuan yang mereka ingin wujutkan. Sebuah organisasi adalah salah satu unsur kehidupan ynag melekat dengan aktivitas manusia yang bertujuan untuk mengatur, memebimbing manusia dalam mewujutkan keinginan yang mereka dambakan. Oleh karena
makalah pengorganisasian dan struktur organisasi