Mengapademikian ? 10 malam ramadhan itu lebih utama dari 10 malam pertama dzulhijjah karena pada 10 malam terakhir ramadan, amalan dilipat gandakan, lailatul qadar malam yang lebih baik dari 1000 bulan turun pada saat itu, sedangkan 10 siang hari bulan dzulhijjah lebih baik dari 10 siang hari bulan ramadan karena pada dzulhijjah terdapat, hari nahr Berandakitab Amalan Malam Pertama Ramadhan Amalan Malam Pertama Ramadhan kang santri April 12, 2021. *"Siapa Orang yang membaca surat Al Fath di dalam sholat sunnahnya pada malam pertama di bulan Ramadhan, ALLAH subhanahu wa ta'ala pelihara dirinya pada tahun itu"* Diantaranta Allah Ta'ala melebihkan pahala amal saleh yang dilakukan di 10 hari tersebut. Bulan Dzulhijjah, bulan mulia ini isilah dengan berbagai amalan mulia. Adapun keutamaan beramal di 10 hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut, BACA JUGA: Niat Puasa 3 Hari sebelum Idul Adha, Lengkap 1Dibuka pintu rahmat. Pada 10 hari pertama di bulan Ramadan, Allah akan membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang melakukan puasa, dan dipandang sebagai seorang yang mulia karena menjalankan ibadah sejak awal. “Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”. NuzululQuran adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Di Indonesia lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, umumnya di malam hari. Hampir di seluruh tempat di Nusantara mengadakan seremoni layaknya memperingati Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar lainnya. yaitu malam paling spesial di bulan suci, malam yang AmalanIbadah Bulan Syaban dan Keutamaan Bulan Syaban - Bulan Syaban adalah bulan di antara Bulan Rajab dan Ramadhan yang merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat muslim.Sebab pada bulan Syaban amalan ibadah manusia diangkat kepada Allah SWT. Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni . Daftar Isi 4 keutamaan malam pertama di bulan Ramadhan 1. Diri Kita akan Suci dari Dosa 2. Dosa akan Diampuni Hingga Akhir Ramadhan 3. Hari di Mana Pintu-pintu Surga Dibuka 4. Jin dan Setan akan Dibelenggu Solo - Bulan Ramadhan 1444 H segera tiba. Seluruh umat muslim akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Selain puasa wajib, kita juga harus menjalankan ibadah-ibadah lain yang akan menambah pahala kita menjadi berlipat-lipat Ramadhan adalah bulan penuh kemenangan dan keberkahan, kita tidak akan merugi apabila berbuat kebaikan dan taat dalam beribadah. Setiap malam pada bulan Ramadhan memiliki makna dan keutamaan masing-masing yang sangat luar satu yang harus kita pahami dan lakukan adalah keutamaan-keutamaan yang akan kita dapat di malam pertama bulan Ramadhan. Kira-kira apa saja keutamaan yang kita dapat di malam pertama bulan Ramadhan? 1. Diri Kita akan Suci dari DosaDikutip dari buku 'Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan' 2012 karya Ceceng S, Keutamaan yang kita dapat di mamal pertama bulan ramadhan adalah ketika kita melaksanakan ibadah sholat tarawih pertama di bulan ini berdasarkan pada hadits Rasulullah Saw dari Ali bin Abi Thalib yang terdapat dalam kitab 'Dzurratun Naashihiin'."Pada malam pertama, dosa orang yang melaksanakan shalat Tarawih akan diampuni oleh Allah Swt, sehingga dirinya suci seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya."2. Dosa akan Diampuni Hingga Akhir RamadhanDikutip dari buku '12 Bulan Mulia-Amalan Sepanjang Tahun' 2013 karya Abdurrahman Ahmad, Sungguh Allah SWT memberikan banyak keajaiban dan keberkahan bagi kita yang menajalnkan amal kebaikan dan ibadah di bulan Ramadhan malam pertama Allah memberi pengampunan dosa kepada umatNya hingga hari terakhir bulan Ramadhan bagi yang menjalankan ibadah puasa di hari pertama bulan Ramadhan. Hal itu seperti kata Abu Said al-Khudri ra."Siapa yang berpuasa pada hari pertama pada bulan itu, Allah akan ampuni setiap dosanya hingga hari terakhir bulan Ramadhan tersebut dan kafarat bagi dosa yang seumpamanya. Setiap dia berpuasa, baginya sebuah istana di dalam surga yang memiliki seribu pintu dari emas. Seribu malaikat akan meminta ampunan dari awal paginya hingga dilindungi hari itu oleh tabir malam. Setiap sujud yang dilakukan pada waktu malam atau siang, baginya sebatang pohon di surga yang sekiranya seorang penunggang kuda yang tercepat mengelilinginya, tiada habis dilalui."3. Hari di Mana Pintu-pintu Surga DibukaDikutip dari sumber yang sama, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Malam pertama Bulan Ramadhan menjadi saat dimana pintu-pintu surga tersebut mulai dibuka untuk mereka yang berpuasa pada bulan itu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, yang mendengar Rasulullah SAW bersabda."Sesungguhnya surga itu berbau harum dan dihiasi dengan seindah-indahnya pada bulan Ramadhan sejak permulaan tahun hingga penghujung tahun untuk menyambut kedatangan bulan yang mulia itu. Pada malam pertama bulan Ramadhan itu bertiuplah satu angin dari bawah Arsy yang dipanggil mushirah yang menyebabkan daun-daun di dalam surga bergeseran dan gang-gang pintu istana di dalam surga berbunyi dengan bunyian yang tidak pernah didengar sebelumnya. Bidadari-bidadari surga yang berhias pada malam itu akan keluar ke ujung istana di surga lalu menyeru, 'Adakah sesiapa dari hamba Allah yang berdoa pada malam ini agar kami mengawininya?' Lalu bidadari itu menyeru, 'Wahai Ridwan malaikat penjaga pintu surga malam apakah ini?' Jawaban Ridwan, 'Allahumma labbaik, sesungguhnya inilah malam pertama bulan Ramadhan ketika pintu-pintu surga dibuka kepada mereka yang berpuasa pada bulan itu dari kalangan umat Muhammad Jin dan Setan akan DibelengguMasih dari sumber yang sama, Allah sangat menyayangi umat muslim yang mau menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Allah ingin umat muslim beribadah dengan taat dan lancar agar mendapat pahala yang mengkhususkan bulan Ramadhan ini dengan dibelenggunya setan dan jin agar tidak menggoda dan menganggu orang-orang yang beribadah di bulan Ramadhan. Maka di malam pertama bulan Ramadhan ini juga merupakan waktu di mana setan dan jin akan dibelenggu, seperti sabda Rasulullah SAW."Allah Azza wa Talla berfirman, 'Hai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga! Hai Malik, penjaga pintu neraka tutuplah pintu-pintu neraka bagi mereka yang berpuasa dari kalangan umat Muhammad saw.! Wahai Jibril, turunlah ke bumi dan ikatlah semua setan yang terlaknat agar dia tidak dapat menggoda dan merusak puasa orang-orang dari umat Muhammad SAW!"Itulah keutamaan-keutamaan malam pertama bulan Ramadhan, semoga kita bisa diberi kelancaran untuk ini ditulis oleh Agustin Tri Wardani peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "Produsen Jajanan Madumongso Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran" [GambasVideo 20detik] dil/dil Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan di antara bulan lainnya. Seluruh amal baik yang dilakukan pada bulan ini niscaya akan mendapatkan balasan berlipat ganda dan lebih baik. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi ini tiga amalan yang dapat dilakukan tatkala memasuki malam pertama bulan RamadhanBerdoa Saat Melihat Hilal dan Membaca Surat Al-MulkAmalan yang pertama ketika memasuki malam pertama bulan Ramadhan ialah berdoa saat melihat hilal dan memasuki awal bulan Ramadhan sehingga doa ini tidak terkhusus saat melihat hilal saja, kemudian membaca surat Abu Bakr Syatha Ad-Dimyati w. 1302 H dalam kitab Hasyiyah I’anah At-Thalibin menjelaskanفَائِدَةٌ فِيْ مُسْنَدِ الْدَّارِمِيْ وَصَحِيْحِ ابْنِ حِبَّانْ أَنَّ الْنَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَأَنْ يَقُوْلُ عِنْدَ رُؤْيَةُ الْهِلاَلِArtinya “Faidah Dalam kitab Musnad Ad-Darimi dan Shahih Ibn Hibban disebutkan bahwa Nabi Saw. tatkala melihat hilal beliau berdo’aاللهم أَهَّلَهُ عَلَيْنَا بِالْأَمَّنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمِ وَالْإِسْلاَمِ، وَالْتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. رَبَّنَا وَرَبَّكَ اللهُAllahumma Ahallahu alaina bil aman wal iman, was salam wal Islam, wat taufiqi lima tuhibbuhu wa tardhahu. Rabbana wa “Ya Allah pertemukan bulan ini dengan kami dalam keadaan aman, iman, keselamatan dan Islam Tuhanku dan Tuhanmu Hilal adalah Allah.” At-Turmudzi, ia menilainya hasanLantas, setelahnya disunahkan membaca surat Al-Mulk, sebagaimana dijelaskan dalam Hasyiyah I’anah At-Thalibinوَيُسَنُّ أَنْ يَقْرَأَ بَعْدَ ذَلِكَ سُوْرَةُ تَبَارَكَ، لِأَثَرٍ فِيْهِ، وَلِأَنَّهَا الْمُنْجِيَّةُ الْوَاقِيَّةُ قَالَ السُّبْكِيُ وَكَأَنَّ ذَلِكَ لِأَنَّهَا ثَلاَثُوْنَ آيَةً بِعَدَدِ أَيَّامِ الْشَّهْرِ، وَلِأَنَّ الْسَّكِيْنَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ قِرَاءَتِهَا. وَكَانَ – صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ – يَقْرَؤُهَا عِنْدَ الْنَّوْمِArtinya “Disunnahkan untuk membaca surat Al-Mulk setelah membaca doa di atas, sebab terdapat keterangan hadis dan atsar mengenai hal tersebut. Selain itu, membaca surat Al-Mulk adalah penyelamat sekaligus pelindung dari siksa kubur. Imam As-Subki berkata Hal tersebut karena surat Al-Mulk berisikan tiga puluh ayat seperti jumlah hari dalam sebulan, dan karena ketenangan akan turun saat membacanya, Nabi Saw. selalu membacanya saat hendak tidur.” Sayyid Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi, Hasyiyah I’anah At-Thalibin [Beirut Dar Al-Fikr], vol. 2, h. 247Melaksanakan Salat Sunah Mutlak dan Membaca Surat Al-FathAmalan selanjutnya, ialah melaksanakan shalat sunah mutlak sebanyak empat rakaat pada malam pertama bulan Ramadhan. Yang dimaksud dengan shalat sunah mutlak adalah shalat sunah yang dilakukan tanpa terikat oleh waktu dan sebab. Shalat sunnah bisa dilakukan dengan sekali salam atau dengan dua rakaat salam. Setiap rakaatnya membaca seperempat surat Al-Fath. Hal ini sebagaimana dikutip oleh Syekh Khatib Asy-Syirbini w. 977 H dalam Tafsirnyaيَنْبَغِيْ فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَنْ نُصَلِيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ نَفْلاً مُطْلَقًا إِمَّا بِتَّشَهُدٍ وَاحِدٍ وَسَلاَمٍ وَاحِدٍ أَوْ كُلِ رَكْعَتَيْنِ بِذَاتِهَا وَنَقْرَأُ فِيْ كُلِ رَكْعَةٍ مَقْرَأُ رُبْعٌ مِنْ سُوْرَةِ الْفَتْحِArtinya “Dianjurkan pada permulaan malam dari bulan Ramadhan untuk melaksanakan shalat sebanyak empat rakaat dengan pelaksanaan shalat sunah mutlak, baik dengan sekali salam atau dua rakaat salam. Pada setiap rakaatnya membaca seperempat dari surat Al-Fath.” Muhammad bin Ahmad Asy-Syirbini, As-Siraj Al-Munir [Kairo Mathba’ah Al-Amiriyah], vol. 4, h. 59Mengenai hal ini, mufasir terkemuka Imam Al-Qurthubi w. 671 H mengungkapkanوَقَالَ الْمَسْعُوْدِيُّ بَلَغَنِيْ أَنَّهُ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْفَتْحِ فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فِيْ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ حَفِظَهُ اللَّهُ ذَلِكَ الْعَامِArtinya “Imam Al-Mas’udi berkata Orang yang membaca surat Al-Fath dalam shalat sunnahnya pada malam pertama di bulan Ramadhan, maka Allah akan menjaganya pada tahun tersebut.” Syamsuddin Al-Qurthubi, Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an [Kairo Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah], vol. 16, h. 260Dalam riwayat lain dikatakanأَنَّ مَنْ صَلَّى فِيْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَرَأَ فِيْهَا سُوْرَةُ الْفَتْحِ مَرَّ عَامُهُ كُلُّهُ فِيْ غِنًى وَفِيْ رِوَايَةٍ مَرَّ عَامُهُ كُلُّهُ فِيْ خَيْرٍArtinya “Orang yang melaksanakan shalat sunah mutlak empat rakaat pada malam pertama di bulan Ramadhan, lantas membaca surat Al-Fath, maka ia akan melalui setahun penuh dalam kekayaan. Atau dalam riwayat yang lain akan melalui satu tahun yang penuh dalam kebaikan.” Muhammad bin Ahmad Asy-Syirbini, As-Siraj Al-Munir [Kairo Mathba’ah Al-Amiriyah], vol. 4, h. 59Adapun teknis pelaksanaan salat mutlak ialah dilakukan dengan cara berikutBerniat melaksanakan shalat sunah mutlakأُصَلِيْ سُنَةً رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَىUshallai sunnata rakataini lillahi ta’alaArtinya “Saya niat salat sunah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”Membaca surat Al-Fath dari sebagian Al-Qur’an dengan cara Rakaat pertama membaca ayat 1-10 surat Al-Fath, rakaat kedua membaca ayat 11-17 surat Al-Fath dan rakaat ketiga membaca ayat 18-26, kemudian pada rakaat keempat membaca ayat ke 27-29 surat Do’a Syekh Abdul Qadir Al-JailaniKemudian, saat memasuki malam pertama bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, di antaranya ialah doa yang dipanjatkan oleh Sulthon Al-Auliya Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani w. 561 Hاَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الصِّيَامِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقِيَامِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاِيْمَانِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقُرْأَنِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاَنْوَارِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالْغُفْرَانِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الدَّرَجَاتِ وَالنَّجَاتِ مِنَ الدَّرَكَاتِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ التَّائِبِيْنَ الْعَابِدِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْعَارِفِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمُجْتَهِدِيْنَ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلأَمَانِ. كُنْتِ لِلْعَاصِيْنَ حَبْسًا وَلِلْمُتَّقِيْنَ اُنْسًا. اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلقَنَادِيْلِ وَالْمَصَابِيْحِ الزَّاهِرَةِ وَالْعُيُوْنِ السَّاهِرَةِ وَالدُّمُوْعِ الْهَاطِلَةِ وَالْمَحَارِيْبِ الْمُتَعَطِّرَةِ وَاْلعَبَرَاتِ الْمُنْسَكِبَةِ الْمُتَفَطِّرَةِ وَاْلاَنْفَاسِ الصَّاعِدَةِ مِنَ الْقُلُوْبِ الْمُحْتَقِرَةِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَArtinya “Salam bagimu wahai bulan Ramadhan Salam bagimu wahai bulan qiyam bulan untuk mendirikan sholat tarawih Salam bagimu wahai bulan iman. Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya. Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan. Salam bagimu wahai bulan untuk menaikkan derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah. Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang ma’rifat. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh. Salam bagimu wahai bulan yang aman. Engkau adalah penjara bagi orang-orang yang melakukan maksiat dan kesenangan bagi orang-orang yang bertakwa. Salam bagi pelita yang bersinar, mata-mata yang terjaga, air mata yang terus menetes, mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas-nafas yang naik dari hati yang hina. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surgaMu dengan rahmatMu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.” Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Ghunyah li Tholibi Thoriq Al-Haq [Beirut Dar Al-Kutub Ilmiah], h. 27Wallahu a’lam. VIVA – Amalan 10 hari pertama bulan Ramadhan perlu diketahui oleh setiap muslim. Diketahui jika 10 hari pertama ini dianggap sebagai fase terberat berpuasa. Di mana para umat muslim yang menjalankan puasa akan beradaptasi dengan aktivitas tanpa makan di pagi hari menjelang magrib. Hal ini tentunya juga memberikan keutamaan yang besar untuk kamu yang memaksimalkan dalam berpuasa, kamu juga bisa melakukan amalan-amalan lainnya seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, berdzikir, sholat malam, hingga memperbanyak sedekah. Jika kamu melakukan amalan-amalan tersebut secara rutin, maka tentu akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Pada awal bulan Ramadhan, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang berpuasa dan rajin beribadah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda "Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar pembebasan dari api neraka."Amalan 10 hari pertama bulan RamadhanBulan Ramadhan merupakan bulan yang paling baik bagi umat muslim dan paling di tungg-tunggu. Di bulan ini semua orang berlomba manjadi sosok yang lebih baik lagi untuk bertaqwa kepada sang maha kita ketahui bahwa terdapat beberapa amalan yang bisa dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. Melansir dari NU Online, berikut ini keistimewaan sepuluh hari pertama pada bulan Ramadan, yang menurut ahli tafsir disinggung keberadaannya pada ayat dalam Al Quran, serta beberapa Fajr ayat 1-2 “wal-Fajr, wa Layaliin asyr” Artinya Demi fajar, demi malam yang tafsir Kemenag RI, ayat ini menjelaskan tentang keistimewaan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. 10 hari ini menjadi waktu yang sangat dimuliakan ketika beramal. Tafsir ini berpedoman pada hadits riwayat Al Bukhari dan Ibnu ada pula pendapat bahwa maksud dari surat ini antara 10 hari pertama bulan Muharram atau sepuluh hari pertama bulan Ramadhan atau sepuluh hari pertama setiap 10 hari pertama bukan saja ada pada hadits riwayat Al Bukhari dan Ibnu Abbas. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda "Tak ada amal yang lebih utama daripada yang dilakukan di hari hari ini.’ Para sahabat berkata Tidakkah jihad juga?’ Rasul menjawab Tidak juga jihad, kecuali seorang yang pergi memerangi musuh dengan jiwa dan hartanya kemudian kembali tanpa membawa apa pun."Rasulullah SAW pun memberikan arahan mengenai amalan apa saja yang perlu dilakukan pada 10 hari pertama bulan Ramadan. Hal ini tertera dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda "Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal yang lebih Allah cintai bila dilakukan di hari itu daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah di dalamnya membaca Lailaha illa-llah, Allahu Akbar dan Alhamdulillah.”Keutamaan 10 hari pertama bulan Pada awal bulan Ramadhan, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang berpuasa dan rajin beribadah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda "Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar pembebasan dari api neraka." Berikut beberapa keutamaan 10 Hari pertama Bulan Ramadhan yang telah VIVA rangkum untuk Pintu RahmatSeperti yang telah dibahas sebelumnya, keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadhan sesuai hadis yaitu terbukanya pintu rahmat. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda "Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar pembebasan dari api neraka."Pada 10 hari pertama di bulan Ramadhan, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang melakukan puasa, dan dipandang sebagai seorang yang mulia karena menjalankan ibadah sejak Berkah dan KeberuntunganKeutamaan 10 hari pertama bulan Ramadhan lainnya, yakni mendapatkan berkah dan keberuntungan. Keberuntungan akan didapat oleh orang yang menjalankan puasa di 10 hari pertama Ramadan. Ia juga akan selalu dalam lindungan Allah SWT selama bulan Ramadhan serta selalu berada dalam Berlipat Ganda saat Membaca Al-Qur’anAl-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, sebagai ilmu dan pengetahuan, serta sebagai penunjuk jalan kehidupan. Pada bulan suci ramadhan ini pahala membaca Al-Quran dilipatgandakan. Membaca Al-Quran juga bisa mendatangkan ketenangan hati dan rahmat Allah SWT. "Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadan." QS. Al Baqarah ayat 185.Belajar Memperbanyak DzikirBerdzikir merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapanpun dan di manapun tempatnya selama tempat itu suci. Dzikir yaitu mengingat Allah dan barangsiapa ingin selalu dekat denganNya maka perbanyaklah berdzikir. Hati yang senantiasa berdzikir akan selalu mengingat pada Allah SWT dan dekat yang Tepat untuk BerdoaDi bulan suci Ramadhan, banyak waktu yang mustajab untuk berdoa, yakni saat berpuasa, saat waktu sahur, saat adzan berkumandang, dan saat malam lailatul qadar. Bahkan, kamu bisa menerapkan doa di 10 hari pertama bulan Ramadhan. Setiap harinya ada doa-doa yang berbeda yang bisa kamu panjatkan, yang mana tentunya memiliki keistimewaannya Diri untuk Sholat BerjamaahSholat berjamaah tentu memiliki keistimewaan, terutama pada bulan puasa. Sholat berjamaah ini sangat diutamakan dilaksanakan oleh kaum pria. Sholat berjamaah juga sebagai cara silahturahmi, serta menjaga hubungan baik antarmuslim yang juga merupakan sebuah ibadah. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah, meskipun dalam keadaan sakit maupun cuaca yang tidak Amal Ibadah SunahBulan Ramadhan juga tepat untuk umat muslim memperbanyak ibadah sunah. Jangan melewatkan waktu di 10 hari pertama bulan Ramadhan tanpa memperbanyak ibadah sunah. Luangkan waktu kamu untuk beribadah sunah seperti salat dhuha, salat rawatib, salat tarawih, salat witir, dan membaca ulasan tentang amalan 10 hari pertama bulan Ramadhan, serta keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadhan. Diketahui jika 10 hari pertama dan 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan merupakan hari yang ini tentu dianjurkan bagi umat muslim untuk memperbanyak amalan dan berbuat kebaikan. Selain itu, perlu juga melakukan amalan-amalan pada bulan suci Ramadhan seperti, menjalankan sholat malam, memberi makan orang berpuasa, tadarus al-quran, memperbanyak sedekah, rajin berdzikir, meraih lailatul qadar, I’tikaf, dan amalan lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat. Gagal Tunaikan Ibadah Haji, Baim Wong Saya Pikir Cuma Prank Artis Indonesia, Baim Wong kabarnya gagal menunaikan ibadah haji. Suami Paula Verhoeven tersebut seharusnya sudah berangkat ke tanah suci pada Rabu 7 Juni 2023 lalu. 9 Juni 2023 loading...Umat muslim hendaknya menjalankan amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan agar memperoleh pahala dan keutamaan puasa. Foto/dok SINDOnews Keistimewaan bulan Ramadhan tidak dapat dihitung mengingat banyaknya rahmat Allah tercurah di bulan tersebut. Mulai dari dilipatgandakannya pahala amal saleh, dibukanya peintu surga, dibelenggunya setan dan heran jika Malaikat Jibril pernah berdoa dan diaminkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam SAW. قَالَ لِي جِبْرِيلُ أَرْغَمَ اللَّهُ أَنْفَ عَبْدٍ أَوْ بَعُدَ دَخَلَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ آمِينَJibril berkata kepadaku "Semoga Allah menghinakan seorang hamba yang setelah memasuki Ramadhan, Allah belum mengampuni dirinya." Maka aku katakan, "Aamin" hingga akhir Hadis." HR Al-Bukhari Baca Juga Untuk meraih keutamaan dan pahala Ramadhan, umat muslim sebaiknya bersemangat dalam berpuasa dan menjalankan amalan-amalan sunnah. Sedikitnya ada 11 amalan penting di bulan Ramadhan bertabur 11 amalan penting bulan Ramadhan dikutip dari Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA 1. Makan Sahur dengan MengakhirkannyaPara ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa. Meski demikian, tanpa sahur pun puasa tetap boleh. Dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Makan Sahurlah, karena sahur itu barakah". HR Bukhari 1923 dan Muslim 1095Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu shubuh. Dari Abu Zar Al-Ghifari RA dengan riwayat marfu', "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur. HR Ahmad 1/547". Di dalam sanad hadits ini adalah Sulaiman bin Abi Utsman yang Berbuka dengan MenyegerakannyaDisunnahkan berbuka puasa untuk menta'jil atau menyegerakan berbuka sebelum sholat Maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda "Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka." HR Bukhari 1957 dan Muslim 1058Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab kurma muda sebelum salat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air. HR Abu Daud, Hakim dan Tirmizy3. Berdoa Ketika BerbukaDisunnahkan membaca doa yang ma'tsur dari Rasulullah SAW ketika berbuka puasa. Karena doa orang yang puasa dan berbuka termasuk doa yang tidak tertolak. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka ada doa yang tak akan ditolak." HR TirmidzySedangkan teks doa yang diajarkan Rasulullah SAW antara lain "Ya Allah, kepada Engkaulah aku berpuasa dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka". Doa ini didasarkan oleh sebuah hadits mursal riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqy. "Telah hilang haus dan telah basah tenggorakan dan telah pasti balasan Insya Allah." Lafaz doa ini didasarkan atas hadits Abu Daud 2358 dan An-Nasa'i 3329 serta Al-Hakim 1/4224. Memberi Makan Orang BerbukaMemberi makan saat berbuka bagi orang yang berpuasa sangat dianjurkan karena balasannya sangat besar sebesar pahala orang yang diberi makan itu tanpa dikurangi. Bahkan meski hanya mampu memberi sabutir kurma atau seteguk air putih saja. Tapi lebih utama bila dapat memberi makanan yang cukup dan bisa mengenyangkan SAW bersabda "Siapa yang memberi makan saat berbuka untuk orang yang puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya." HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah.5. Mandi Sebelum Waktu FajarDisunnahkan untuk mandi baik dari janabah, haidh atau nifas sebelum masuk waktu fajar. Agar berada dalam kondisi suci saat melakukan puasa dan terlepas dari khilaf Abu Hurairah yang mengatakan bahwa orang yang berhadats besar tidak sah demikian, menurut jumhur ulama apabila seseorang sedang mengalami junub dan belum sempat mandi, padahal waktu subuh sudah masuk, maka puasanya syah. Namun hadis ini ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan junub adalah seseorang meneruskan jima' setelah masuk waktu Rasulullah SAW pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan berpuasa. HR Muttafaq 'alaihi6. Menjaga Lidah dan Anggota TubuhAmalan penting lainnya yaitu meninggalkan perkataan kotor dan keji serta perkataan yang membawa kepada kefasikan dan kejahatan. Termasuk di dalamnya ghibah bergunjing, namimah menagdu domba, dusta dan kebohongan. Meski tidak sampai membatalkan puasanya, namun pahalanya hilang di sisi Allah. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda "Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya puasanya. HR Bukhari, Abu Daud, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah bagi kaum muslimin dan dalam riwayat dianjurkan untuk melakukan ibadah pada bulan ini. Amalan-amalan dan ibadah-ibadah pada bulan ini telah dinukilkan dalam berbagai riwayat. Sebagian amalan-amalan adalah amalan umum yang dilakukan pada semua hari-hari bulan Ramadhan dan sebagian lainnya adalah amalan khusus pada hari-hari tertentu. Jadwal Amalan-amalan Bulan Ramadhan Amalan-amalan Umum Membaca Alquran Sebaik-baik amalan pada malam dan siang hari di bulan Ramadhan adalah membaca Alquran. Meskipun membaca Alquran dalam semua waktu memiliki pahala, namun bulan Ramadhan, adalah musim semi bagi Alquran. [1] Pahala membaca satu ayat Alquran dalam bulan ini seperti membaca seluruh Alquran pada bulan-bulan selain bulan Ramadhan. [2] Salah satu tradisi kaum muslimin dalam bulan ini adalah membaca satu juz Alquran dalam setiap harinya sehingga akan mengkhatamkannya pada penghujung bulan Ramadhan. Amalan-amalan mustahab lain yang disebutkan dalam riwayat-riwayat dalam setiap harinya meliputi Amalan-amalan Umum Bulan Ramadhan Amalan-amalan Sahar Sebelum Sahur Membaca Doa Sahar Membaca Doa Abu Hamzah al-Tsumali Bacaan Doa Setiap Hari Membaca Doa اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَی عِبَادِك فِیهِ الصِّیامَ، اُرْزُقْنِی حَجَّ بَیتِك الْحَرَامِ فِی هَذَا الْعَامِ وَ فِی کلِّ عَامٍ، وَ اغْفِرْ لِی الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لاَ یغْفِرُهَا غَیرُك یا ذَا الْجَلاَلِ وَ الْإِکرَامِ Membaca tasbih سُبْحانَ اللّهِ بارِئِ النَّسَمِ سُبْحانَ اللّهِ سُبْحانَ اللّٰهِ الْمُصَوِّرِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ الْأَزْواجِ كُلِّها ، سُبْحانَ اللّٰهِ جاعِلِ الظُّلُماتِ وَالنُّورِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ فالِقِ الْحَبِّ وَالنَّوىٰ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ كُلِّ شَىْءٍ ، سُبْحانَ اللّٰهِ خالِقِ مَا يُرىٰ وَمَا لَايُرىٰ ، سُبْحانَ اللّٰهِ مِدادَ كَلِماتِهِ ، سُبْحانَ اللّٰهِ رَبِّ الْعالَمِينَ ، سُبْحانَ اللّهِ السَّمِيعِ الَّذِى لَيْسَ شَىْءٌ أَسْمَعَ مِنْهُ ، يَسْمَعُ مِنْ فَوْقِ عَرْشِهِ مَا تَحْتَ سَبْعِ أَرَضِينَ ، وَيَسْمَعُ مَا فِى ظُلُماتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ، وَيَسْمَعُ الْأَنِينَ وَالشَّكْوىٰ ، وَيَسْمَعُ السِّرَّ وَأَخْفىٰ ، وَيَسْمَعُ وَساوِسَ الصُّدُورِ ، وَلَا يُصِمُّ سَمْعَهُ صَوْتٌ Membaca shalawatyang dibaca setiap hari di bulan Ramadhan Membaca seratus kali dzikir سُبْحانَ الضّآرِّ النّافِعِ سُبْحانَ الْقاضی بالْحَقِّ سُبْحانَ الْعَلِی الاْعْلی سُبْحانَهُ وَبِحَمْدِهِ سُبْحانَهُ وَتَعالی Bacaan Doa Usai Salat Setiap Hari Membaca doa یا عَلِی یا عَظیمُ یا غَفُورُ یا رحیمُ أنْتَ الرَّبُّ العظیمُ الَذی لیس کَمِثْلِهِ شَیءٌ و هُوَ السَّمیعُ الْبَصیرُ وَ هذا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ و کَرَّمْتَهُ و شَرَّفْتَهُ و فَضَّلْتَهُ عَلَی الشُّهُورِ و هُوَ الشَّهْرُ الَّذی فَرَضْتَ صِیامَهُ عَلَی و هُوَ شَهْرُ رَمَضانَ الَّذی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرانَ هُدی لِلنّاسِ و بَیناتٍ مِنَ الْهُدی و الْفُرْقانِ و جَعَلْتَ فیهِ لَیلَةَ الْقَدْرِ و جَعَلْتَها خَیرا من أَلْفِ شَهْرٍ فَیاذَ الْمَنِّ و لا یمَنُّ عَلَیك مُنَّ عَلَی بِفَکاك رَقَبَتی مِنَ النّارِ فیمَنْ تَمُنُّ عَلَیه وَ أَدْخِلْنی الْجَنَّة بِرَحْمتِك یا أرْحَم الرّاحِمِینَ Membaca doa اَللّهُمَّ اَدْخِلْ عَلی اَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورَ، اَللَّهُمَّ اَغْنِ کُلَّ فَقیرٍ، اَللّهُمَّ اَشْبِعْ کُلَّ جایعٍ اَللّهُمَّ اکْسُ کُلَّ عُرْیانٍ، اَللّهُمَّ اقْضِ دَینَ کُلِّ مَدینٍ، اَللّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ کُلِّ مَکْرُوبٍ اَللّهُمَّ رُدَّ کُلَّ غَریبٍ، اَللّهُمَّ فُك کُلَّ اَسیرٍ، اَللّهُمَّ اَصْلِحْ کُلَّ فاسِدٍ مِنْ اُمُورِ الْمُسْلِمینَ اَللّهُمَّ اشْفِ کُلَّ مَریضٍ، اَللّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنا بِغِناك، اَللّهُمَ غَیرْ سُوءَ حالِنا بِحُسْنِ حالك اَللّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّینَ، وَاَغْنِنا مِنَ الْفَقْرِ، اِنَّك عَلی کُلِّ شَیءٍ قَدیرٌ Setelah itu membaca اَللّهُمَّ ارْزُقْنی حَجَّ بَیتِك الْحَرامِ فِی عامی هذا وَفی کلِّ عامٍ ما اَبْقَیتَنی فی یسْرٍ مِنْك وَعافِیةٍ، وَسَعَةِ رِزْقٍ، وَلا تُخْلِنی مِنْ تِلْك الْمواقِفِ الْکریمَةِ، وَالْمَشاهِدِ الشَّریفَةِ، وَزِیارَةِ قَبْرِ نَبِیك صَلَواتُك عَلَیهِ وَآلِهِ، وَفی جَمیعِ حَوائِجِ الدُّنْیا وَالاَْخِرَةِ فَکنْ لی، اَللّهُمَّ اِنّی اَساَلُك فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ مِنَ الاََمْرِ الَْمحْتُومِ فی لَیلَةِ الْقَدْرِ، مِنَ الْقَضاءِ الَّذی لا یرَدُّ وَلا یبَدَّلُ، اَنْ تَکتُبَنی مِنْ حُجّاجِ بَیتِك الْحَرامِ، الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ، الْمَشْکورِ سَعْیهُمْ، الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ، الْمُکفَّرِ عَنْهُمْ سَیئاتُهُمْ، واجْعَلْ فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ، اَنْ تُطیلَ عُمْری، وَتُوَسِّعَ عَلَی رِزْقی، وَتُؤدِّی عَنّی اَمانَتی وَدَینی آمینَ رَبَّ الْعالَمین Bacaan Doa Saat Berbuka Puasa ifthar Berbuka puasa dengan kurma Memberi ifthar dan sedekah kepada orang lain Membaca doa اَللّهُمَّ لَك صُمْتُ وَعَلی رِزْقِك اَفْطَرْتُ وَعَلَیك تَوَکلْتُ. بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَك صُمْنَا وَ عَلَی رِزْقِك أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ [فَتَقَبَّلْهُ] مِنَّا إِنَّك أَنْتَ السَّمِیعُ الْعَلِیمُ Saat menelan suapan pertama pertama membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِیمِ یا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لي Amalan-amalan Setiap Malam Membaca doa Iftitah Membaca surah Ad-Dukhan seratus kali Melakukan salat dua rakaat; pada setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlash tiga kali dan setelah salam membaca سُبْحانَ مَنْ هُوَ حَفیظٌ لا یغْفُلُ سُبحانَ مَنْ هُوَ رَحیمٌ لا یعْجَلُ سُبْحانَ مَنْ هُوَ قاَّئِمٌ لا یسْهُو سُبْحانَ مَنْ هُوَ دائِمٌ لا یلْهُو سُبْحانَك سُبْحانَك سُبْحانَك یا عَظیمُ اغْفِرْ لِی الذَّنْبَ الْعَظیمَ Membaca doa اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيهِ الصِّيَامَ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي هَذَا الْعَامِ وَ فِي كُلِّ عَامٍ وَ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الْإِكْرَامِ Membaca doa اللَّهُمَّ بِرَحْمَتِك فِی الصَّالِحِینَ فَأَدْخِلْنَا وَ فِی عِلِّیینَ فَارْفَعْنَا وَ بِکأْسٍ مِنْ مَعِینٍ مِنْ عَینٍ سَلْسَبِیلٍ فَاسْقِنَا وَ مِنَ الْحُورِ الْعِینِ بِرَحْمَتِك فَزَوِّجْنَا وَ مِنَ الْوِلْدَانِ الْمُخَلَّدِینَ کأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَکنُونٌ فَأَخْدِمْنَا وَ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَ لُحُومِ الطَّیرِ فَأَطْعِمْنَا وَ مِنْ ثِیابِ السُّنْدُسِ وَ الْحَرِیرِ وَ الْإِسْتَبْرَقِ فَأَلْبِسْنَا وَ لَیلَةَ الْقَدْرِ وَ حَجَّ بَیتِك الْحَرَامِ وَ قَتْلا فِی سَبِیلِك فَوَفِّقْ لَنَا وَ صَالِحَ الدُّعَاءِ وَ الْمَسْأَلَةِ فَاسْتَجِبْ لَنَا [یا خَالِقَنَا اسْمَعْ وَ اسْتَجِبْ لَنَا] وَ إِذَا جَمَعْتَ الْأَوَّلِینَ وَ الْآخِرِینَ یوْمَ الْقِیامَةِ فَارْحَمْنَا وَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ فَاکتُبْ لَنَا وَ فِی جَهَنَّمَ فَلا تَغُلَّنَا وَ فِی عَذَابِک وَ هَوَانِك فَلا تَبْتَلِنَا وَ مِنَ الزَّقُّومِ وَ الضَّرِیعِ فَلا تُطْعِمْنَا وَ مَعَ الشَّیاطِینِ فَلا تَجْعَلْنَا وَ فِی النَّارِ عَلَی وُجُوهِنَا فَلا تَکبُبْنَا [تَکبَّنَا] وَ مِنْ ثِیابِ النَّارِ وَ سَرَابِیلِ الْقَطِرَانِ فَلا تُلْبِسْنَا وَ مِنْ کلِّ سُوءٍ یا لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ فَنَجِّنَا Memberi Ifthar Salah satu tradisi-tradisi kaum muslimin adalah memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa. Pahala memberi ifthar lebih banyak dari pada pahala puasa tuan rumah itu sendiri. [3] Dan yang lebih menarik, memenuhi undangan ifthar lebih baik dari pada 70 hari puasa tamu itu sendiri. [4] Biasanya, dengan mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad saw, kaum muslimin akan berbuka puasa dengan kurma. Amalan-amalan Khusus Jadwal Amalan Khusus Bulan Ramadhan Amalan-amalan Khusus Bulan Ramadhan Malam Pertama Membaca doa melihat hilal, yaitu doa ke-43 Shahifah Sajjadiyah dan doa رَبّی وَرَبُّك اللّهُ رَبُّ الْعالَمینَ اَللّهُمَّ اَهِلَّهُ عَلَینا بِالاْمْنِ... Membaca doa ke-44 Shahifah Sajjadiyah. Mandi. Ziarah Imam Husain as. Membaca doa اَللّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضانَ مُنَزِّلَ الْقُرْآنِ هذا شَهْرُ رَمَضانَ... Membaca doa Jausyan Kabir Hari Pertama Mandi Memberi sedekah Menunaikan salat dua rakaat, pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surah Al-Fath, dan pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan setiap surah yang dikehendaki. Membaca doa setelah terbit fajar اَللّهُمَّ قَدْ حَضَرَ شَهْرُ رَمَضانَ وَقَدِ افْتَرَضْتَ عَلَینا صِیامَهُ وَاَنْزَلْتَ فیهِ الْقُرآنَ هُدی لِلنّاسِ وَبَیناتٍ مِنَ الْهُدی وَالْفُرْقانِ اَللّهُمَّ اَعِنّا عَلی صِیامِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنّا وَتَسَلَّمْهُ مِنّا وَسَلِّمْهُ لَنا فی یسْرٍ مِنَك وَعافِیةٍ اِنَّك عَلی کلِّشَیءٍ قَدیرٌ. Malam Ketiga Belas Malam pertama dari Ayyamul Bidh Mandi Menunaikan salat empat rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan dua puluh lima kali surah Al-Ikhlash. Menunaikan salat dua rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Yasin dan Al-Mulk Malam Keempat Belas Melakukan salat empat rakaar, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca ssurah Yasin, Al-Mulk dan Al-Ikhlas Malam Kelima Belas Mandi Ziarah Imam Husain as Melakukan salat seratus rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Ikhlas 10 kali. Melakukan salat enam rakaat, pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca surah Yasin, Al-Mulk dan Al-Ikhlash Malam Laitul Qadr Malam Lailatul Qadr adalah malam yang paling penting dan utama di kalangan kaum muslimin dan memiliki amalan-amalan yang banyak. Malam ini menurut Syiah adalah salah satu dari tiga malam 19, 21 dan 23. Namun Ahlusunnah pada umummnya meyakini malam ke-27 adalah malam Lailatul Qadr. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai amalan-amalan malam Lailatul Qadr silakan klik Amalan-Amalam Lailatul Qadr Sepuluh Malam terakhir Sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan memiliki ibadah yang lebih khusus lagi dan Nabi saw pada sepuluh terakhir ini melakukan i'tikaf di Masjid Nabawi.[catatan 1] Malam Terakhir Mandi Ziarah Imam Husain as Membaca surah Al-An'am, Al-Kahf dan Yasin. Membaca 100 kali اَسْتَغْفِرُ اللّهَ وَاَتُوبُ اِلَیهِ. Membaca doa اَللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِی أَنْزَلْتَ فِیهِ الْقُرْآنَ وَ قَدْ تَصَرَّمَ وَ أَعُوذُ بِوَجْهِك الْکرِیمِ یا رَبِّ أَنْ یطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَیلَتِی هَذِهِ أَوْ یتَصَرَّمَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَ لَك قِبَلِی تَبِعَةٌ أَوْ ذَنْبٌ تُرِیدُ أَنْ تُعَذِّبَنِی بِهِ یوْمَ أَلْقَاك. Membaca doa perpisahan yaitu doa ke-45 Shahifah Sajjadiyah. Membaca doa اللَّهُمَّ لا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِیامِی لِشَهْرِ رَمَضَانَ وَ أَعُوذُ بِك أَنْ یطْلُعَ فَجْرُ هَذِهِ اللَّیلَةِ إِلا وَ قَدْ غَفَرْتَ لِی. Hari Terakhir Membaca doa اَللّهُمَّ اشْرَحْ بِالْقُرْانِ صَدْری لِسانی وَاَعِنّی عَلَیهِ ما اَبْقَیتَنی فَاِنَّهُ لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ اِلاّ بِك. Membaca doa اَللّهُمَّ اِنِّی اَسْئَلُك اِخْباتَ الْمُخْبِتینَ وَاِخْلاصَ الْمُوقِنینَ وَمُرافَقَةَ الاْبْرارِ وَاسْتِحْقاقَ حَقائِقِ الاْ یمانِ وَالْغَنیمَةَ مِنْ کلِّ بِرٍّ وَالسَّلامَةَ مِنْ کلِّ اِثْمٍ وَوُجُوبَ رَحْمَتِك وَعَزآئِمَ مَغْفِرَتِك وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجاةَ مِنَ النّارِ. Doa-doa Singkat Setiap Hari Bulan Ramadhan Salah satu acara harian yang berkembang diantara kaum Syiah adalah membaca doa singkat sesuai dengan nukilan setiap harinya dan biasanya dibaca setelah salat. Salat-salat pada Bulan Ramadhan Dalam bulan Ramadhan, disamping harus melakukan salat-salat wajib juga dianjurkan untuk melakukan salat-salat nafilah dan salat malam. Dalam bulan Ramadhan juga memiliki salat-salat khusus yang banyak. Sebagian salat-salat ini dikerjakan pada setiap malam hari dan sebagian lainnya khusus dilakukan pada malam atau siang hari. Lailatul Qadar juga memiliki shalat-shalat khusus. Berpisah dengan Bulan Ramadhan Berpisah dengan bulan Ramadhan adalah perkara yang menyedihkan dan membuat kaum muslimin menjadi sedih karena bulan bertamu kepada Allah swt telah berakhir. Terdapat doa dari Imam Sajjad as ketika berpisah dengan bulan Ramadhan. Silakan lihat Doa Perpisahan Bulan Ramadhan. Imam Sajjad as ketika berpisah dengan bulan Ramadhan menyampaikan pujian bahwa bulan ini adalah bulan yang paling utama. Beliau menilai bahwa bulan ini adalah waktu-waktu yang paling diberkati dan sangat berharga serta memiliki kedudukan khusus. Dari Imam Shadiq as juga dinukilkan doa perpisahan bulan Ramadhan. Silahkan lihat Doa Perpisahan Bulan Ramadhan. Terjemahan Sebagian Doa di Atas Wahai yang Maha Tinggi! Wahai yang Maha Agung! Wahai Maha Pengampun! Wahai Maha Pengasih! Engkaulah Tuhan Maha Agung! Tak sesuatu pun serupa dengan-Mu! Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui! Bulan ini adalah bulan yang Engkau agungkan, Engkau muliakan, dan Engkau utamakan melebihi bulan-bulan yang lain! Engkau wajibkan kami berpuasa di bulan ini! Bulan ini adalah bulan Ramadhan, Engkau turunkan Alquran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas siapa yang memberi petunjuk, pemisah hak dan batil! Engkau tentukan malam al-Qadar di bulan ini, kemudian Engkau jadikan ia lebih baik dari seribu bulan! Wahai Pemilik anugerah yang tak pernah diberi anugerah! Selamatkan aku dari api neraka bersama orang-orang yang Engkau selamatkan! Masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu, wahai yang lebih Pengasih dari para pengasih! Ya Allah, bahagiakanlah para penghuni kubur! Ya Allah, penuhilah kebutuhan setiap orang fakir! Ya Allah, kenyangkanlah orang-orang yang kelaparan! Ya Allah, berilah pakaian orang-orang yang telanjang! Ya Allah, lunasilah utang orang-orang yang berutang! Ya Allah, bahagiakanlah orang-orang yang susah! Ya Allah, kembalikanlah orang-orang orang yang diasingkan! Ya Allah, bebaskanlah orang-orang yang ditawan! Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak! Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu! Ya Allah, ubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan-Mu! Ya Allah, lunasi lah utang kami dan cukupkanlah kefakiran kami! Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu! Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kemampuan untuk melaksanakan haji ke rumah mulia-Mu di tahun ini, di setiap tahun selama Engkau memberi kemudahan, kesehatan dan kelapangan rezeki dalam hidupku! Jangan Engkau halangi aku untuk menziarahi kubur Nabi-Mu, tempat-tempat dan makam-makam mulia di sana! Semoga shalawat-Mu selalu terlimpahkan kepada dia Muhammad dan keluarganya! Bantulah aku agar bisa memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat! Ya Allah, aku memohon ketentuan pasti-Mu di malam lailatul qadar, qadha yang tidak dapat ditolak dan diubah! Catatlah aku sebagai bagian dari para peziarah rumah suci-Mu dengan haji yang mabrur, dengan sa'i yang masykur, dan dosa-dosa yang terampuni! Catatlah itu sebagai ketentuan dan kepastian-Mu! Panjangkanlah umurku untuk menaati-Mu! Lapangkanlah rezekiku! Tunaikanlah amanah dan utang-utangku! Amin,Rabbal Alamin. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal. Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku. Ya Allah, demi rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang saleh masukkanlah kami, di dalam surga 'illiyyin angkatlah derajat kami, dari mata air Salsabil berikanlah kami minum, dengan Hurul 'Ain-dengan rahmat-Mu nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi surga yang gemerlapan bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu, dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah makan kami, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, lailatul qadar, haji ke Rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik untuk menggapainya, dan kabulkanlah doa dan permohonan kami yang layak, wahai Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah, jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari Kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka tuliskanlah untuk kami, di dalam jeratan jahanam jangan Kau belenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kau jerumuskan kami, dari buah Zaqqum dan buah-buahan pahit jangan Kau beri kami makan, bersama setan jangan Kau jadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan baju-baju lusuh berdaki penduduk neraka jangan Kau pakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada tuhan selain Engkau demi Laa Ilaaha Illallah selamatkanlah kami. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah saw beri'tikaf di masjid, mengencangkan ikat pinggang dan melipat tikar. [5] Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan Alquran di dalamnya, dan sekarang sedang kami lalui. Aku berlindung dari dzat mulia-Mu dari terbitnya fajar atau bulan Ramadhan berlalu begitu saja, dan aku tidak membawa pahala ke hadapanku, bahkan dosa yang aku bawa sehingga Engkau akan mengazabku pada hari pertemuan kelak. Tuhanku, janganlah jadikan akhir puasa bagiku dan aku berlindung dari-Mu dari terbitnya fajar malam ini kecuali Engkau ampuni aku. Catatan Kaki ↑ Abu Ja'far as bersabda لکل شیء ربیع و ربیع القرآن شهر رمضان Setiap sesuatu terdapat musim semi, musim semi Alquran adalah bulan Ramadhan. Wasāil al-Syiah, jld. 6, hal. 203. ↑ Rasulullah saw bersabda من تلا فیه آیة من القرآن کان له مثل اجر من ختم القرآن فی غیره من الشهور. Apabila seseorang pada bulan ini bulan Ramadhan membaca satu ayat Alquran, pahalanya seperti orang yang mengkatamkan Alquran pada selain bulan Ramadhan. Amāli, Syaikh Shaduq, hlm. 95. Imam Ridha as bersabda من قرأ فی شهر رمضان ایة من کتاب الله کان کمن ختم القران فی غیره من الشهور Barang siapa yang membaca satu ayat Alquran pada bulan Ramdhan, maka seolah-olah ia telah menamatkan Alquran pada selain bulan Ramadhan. Bihār al-Anwār, jld 93, hlm. 341. Nabi Muhammad saw bersabda أکثِروا فیهِ شَهرِ رَمَضانَ مِن تِلاوَةِ القُرآنِ. Perbanyaklah membaca Alquran pada bulan Ramadhan. Fadhāil al-Asyhur al-Tsalatsah, hlm. 95. ↑ Imam Musa Kadzim as bersabdaفِطرُك أخاك الصّائِمَ أفضَلُ مِن صِیامك Memberi ifthar kepada saudaranya yang berpuasa lebih baik dari pada puasa yang kalian kerjakan sendiri.Kulaini, Kafi, jld. 4, hlm. 68 ↑ Imam Shadiq as bersabda إفطارُك فی مَنزِلِ أخیك المُسلِمِ أفضَلُ مِن صِیامِك سَبعِینَ ضِعفاً Berbuka puasa yang kalian lakukan di rumah saudaramu yang muslim lebih baik dari pada 70 kali puasa yang kalian lakukan. Barqi, al-Mahasin, jld. 2, hlm. 411 ↑ Kafi, jil. 4, hal. 175 ↑ کانَ رَسُولُ اللَّهِ صإِذَا کانَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ اعْتَکفَ فِی الْمَسْجِدِ وَ ضُرِبَتْ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ شَعْرٍ وَ شَمَّرَ الْمِئْزَرَ وَ طَوَی فِرَاشَه. کافی ج۴ ص۱۷۵ Daftar Pustaka Barqi, Ahmad bin Muhammad Khalid. Al-Mahasin. Qom Dar al-Kutub al-Islamiyah, cet. II, 1371 H. Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tehran Dar al-Kutub al-Islamiyah, cet. IV, 1407 H. Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cet. II, 1403 H. Syaikh Hur Amili, Muhammad bin Hasan. Wasail al-Syiah. Qom Muassasah Al al-Bait, 1409 H. Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Amali. Tehran Kitabci, cet. VI, 1376 HS. vte Marhaban Ya RamadhanIbadah-ibadahAmalan-Amalan Puasa • Khataman Alquran • Ihya • Iktikaf • Salat Malam • Salat-salat di Bulan Ramadhan • Mandi • Shadaqah • Doa Ziarah Imam Husain asDoa-doa dan Munajat Doa-Doa Harian Bulan Ramadhan • Doa Iftitah • Doa Sahar • Doa Abu Hamzah al-Tsumali • Doa Mujir • Doa Jausyan Kabir • Doa Wida' • Istigfar • ShalawatSubyek-subyek Terkait Yaumul Syak • Hukum puasa bagi musafir • Ifthar • Sahur • Salat Jama'ah • Lailatul Qadar • Hari Quds • Salat Lailatul QadarPeristiwa-peristiwa Wahyu Quran • Perang Badar • Perang Bani Musthaliq • Pembukaan Kota Mekah • Mi'raj Nabi Muhammad Saw • Perang Tabuk • Perang HunainIdul Fitri Penampakan Bulan • Zakat Fitrah • Salat Id • Doa al-Nudbah • Doa Ziarah Imam Husain as • Khutbah Sya'baniyah - Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih danTajdij PP Muhammadiyah awal Ramadhan 1443 H bertepatan dengan 2 April 2022. Artinya pada 1 April 2022 malam sudah dilangsungkan Sholat Tarawih. Saat Ramadhan ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan setiap umat Islam. • Lengkap Jadwal Ramadhan 1443 H Tahun 2022 Wilayah Kupang Cek Jadwal Imsak dan Buka Puasa Setiap Hari Melansir dari Tribun Sumsel, Ustaz H Junaidi Kosim menjelaskan dengan melakukan amalan shalih, mudah-mudahan ibadah puasa berjalan lancar hingga akhir Ramadan. Ia menjelaskan khusus malam pertama bulan Ramadan amalan atau bacaan yang dapat dibaca setelah sholat magrib sebagai berikut. Berikut ini adalah beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan pada malam pertama bulan suci Ramadan Pertama, setelah salam kedua pada solat Maghrib, jangan dulu merubah posisi duduk. Setelah salam kedua baca istighfar sebanyak 3 tiga kali yakni astaghfirullahal adzim. Setelah itu baca surat Al Fatihah sebanyak 7 tujuh kali. Surah Al Fatihah 1. Bismilla_hir rahma_nir rahim. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 2. Alhamdu lilla_hi rabbil 'a_lamina. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

amalan malam pertama bulan ramadhan